Adanya kompetitor dalam bisnis bukanlah halangan untuk memajukan suatu usaha. Justru persaingan tersebut dijadikan sebagai pemacu semangat untuk giat berinovasi. Demikian prinsip pengusaha Ketut Antok Sastrawan dan Ni Luh Gede Suryaningsih saat mengelola usaha milik sendiri. Pasangan ini merintis usaha retail kebutuhan rumah tangga sejak hampir dua dekade lalu dan terbukti masih bisa eksis sampai saat ini. Menyasar segmentasi masyarakat di Kabupaten Tabanan, mereka sukses mengoperasikan Pendawa Grosir dan Eceran di tujuh lokasi berbeda. Simak bagaimana langkah pasangan entrepreneur ini dalam menghadapi kompetisi bisnis.
Semakin maju peradaban manusia, semakin banyak pula kebutuhan yang muncul untuk mendukung gaya hidup masyarakat. Seperti halnya kebutuhan sehari-hari, kian lama semakin banyak jenisnya baik itu kebutuhan primer maupun sekunder. Mulai dari makanan, minuman, keperluan mandi, perlengkapan di dapur, sandang dan lain sebagainya. Tingkat Konsumsi barang-barang tersebut yang selalu tinggi dari hari ke hari membuat peluang bisnis retail kebutuhan rumah tangga tak ada matinya.
Peluang usaha retail yang bersinar ini menarik minat Ketut Antok Sastrawan untuk serius menekuninya. Bersama istri tercinta ia memulai usaha toko kelontong di tahun 2003. Kala itu ia dan sang istri baru saja menikah dan belum memiliki pengalaman kerja. Dorongan untuk membangun finansial yang mapan membuat mereka memilih berwirausaha. Menggunakan modal yang tak seberapa besar mereka memberanikan diri membuka sebuah toko retail pertama kali di Terminal Bajera , Kabupaten Tabanan dengan mengusung nama Toko Pendawa.
Ketika mengawali langkah di dunia usaha, belum banyak kompetitor sejenis yang ada di sekitar lokasi usaha mereka. Tentunya hal ini merupakan suatu keuntungan tersendiri bagi Ketut Antok beserta sang istri. Perkembangan usaha demikian pesat, ditandai dengan semakin banyak konsumen yang bertransaksi di toko mereka. Tak sedikit di antara para pelanggan setia Toko Pendawa berbelanja dalam partai besar bertujuan untuk dijual kembali. Melihat antusiasme masyarakat yang ingin menjadi reseller itu menggerakkan Ketut Antok dan istrinya membuat divisi grosir.
“Layanan grosir ini diperuntukkan bagi para pelanggan yang ingin berbelanja dalam kuantiti besar dan tentunya akan mendapat benefit berupa harga khusus yang lebih murah daripada membeli barang secara eceran,” ungkap Ketut Antok.
Demi menjaga kenyamanan berbelanja baik pelanggan eceran maupun grosir, Ketut Antok membuka satu gudang khusus untuk melayani pembelian grosir. Bagi pengusaha asli Tabanan ini, kenyamanan konsumen adalah yang utama. Pembeli cenderung berpikir ulang berbelanja di toko yang penataannya kurang rapi meskipun harga yang ditawarkan relatif murah dibanding toko lain. Ketut Antok pun mengombinasikan pelayanan ramah, tempat yang nyaman serta harga bersaing sebagai nilai lebih pada usahanya. Terbukti ketiga unsur tersebut mampu meningkatkan omset penjualannya.
Hanya saja beberapa tahun setelah membuka usaha pertama kali, mulai muncul kompetitor usaha berupa toko retail waralaba berkonsep modern. Kehadiran pesaing ini cukup mempengaruhi geliat usaha Ketut Antok karena masyarakat secara psikologis ingin menjajal pengalaman baru berbelanja di toko modern. Barulah saat itu Ketut Antok dan sang istri memutuskan merombak manajemen usaha mereka. Awalnya perusahaan mereka beroperasi dengan sistem transaksi dan pencatatan keuangan secara manual. Setelah mempelajari sistem pengoperasian toko retail terkini, barulah mereka menggunakan teknologi komputerisasi untuk menunjang usaha mereka.
“Dengan adanya bantuan sistem komputer kami dapat mengintegrasikan data seperti jumlah stok yang tersedia dan meningkatkan efektivitas pada saat proses pembayaran. Contohnya dapat memunculkan harga sesuai kuantiti produk yang dibeli konsumen kami, semakin banyak kuantiti produk maka harga yang tertera akan semakin rendah,” imbuhnya.
Sejak itu pula Ketut Antok semakin optimis dalam menghadapi persaingan usaha. Salah satu faktor yang membuatnya percaya diri yaitu ia menawarkan layanan grosir dan tentunya tidak dimiliki oleh toko-toko retail modern yang semakin menjamur. Melalui layanan grosir ini mereka dapat membantu para pedagang eceran di pelosok daerah untuk mendapatkan barang-barang dengan harga bersaing dan pastinya tetap untung apabila dijual kembali. Tentunya selain berbelanja dalam partai besar, para konsumen pun tetap dapat bertransaksi produk secara eceran dengan harga yang juga terjangkau.
Berbeda dengan toko grosir yang umumnya kurang tertata atau cenderung sesak saat dijejal oleh para pembeli, Pendawa Grosir didesain nyaman untuk dikunjungi para pelanggan setianya. Inilah menjadi daya tarik yang membuat Pendawa Grosir dan Eceran tetap eksis di tengah era persaingan. Bahkan seiring berjalannya waktu, Ketut Antok dan istrinya berhasil mengekspansi usaha dengan membuka tujuh cabang. Di antaranya Pendawa Grosir dan Eceran yang ada di Bajera, Surabrata, Brembeng, Pandak, Pujungan dan Pekutatan.
Melalui perkembangan usaha ini, Ketut Antok tidak hanya dapat menikmati kesuksesannya sendiri melainkan dapat berkontribusi pada pembukaan lapangan kerja di masyarakat. Saat ini Toko Pendawa telah menjadi rumah kedua yang menaungi ratusan orang karyawan. Ketut Antok dan istri berharap dapat memajukan usaha lebih jauh lagi agar nantinya semakin banyak SDM yang terserap melalui usahanya. Ia pun siap membuka kesempatan untuk para generasi muda di Bali untuk bergerak bersama-sama memajukan ekonomi melalui sektor usaha retail dan grosir.