Tersangka pelaku penembakan brutal di sebuah supermarket di Boulder, Colorado, Amerika Serikat akhirnya diungkap identitasnya ke publik. Polisi mengatakan pria berusia 21 tahun itu dikenal sebagai Ahmad Alissa.
“Tersangka ini telah diidentifikasi sebagai Ahmad Alissa berusia 21 tahun,” kata Kepala Polisi Boulder Maris Herold dalam konferensi pers seperti dikutip dari AFP, Rabu (24/3/2021).
Diketahui Ahmad Alissa tinggal di pinggiran kota Denver, kota yang dekat dengan Boulder. Pria keturunan Suriah itu menjalani sebagian besar hidupnya di Amerika Serikat.
Menurut media AS, mengutip dari akun Facebook yang tidak diverifikasi atas namanya, Alissa lahir pada tahun 1999 di Suriah dan pindah ke AS pada 2002. Dari Facebook itu, Alissa dikenal sebagai penggemar seni bela diri dan gulat, ia juga kerap membuat postingan tentang Islam, kritik terhadap mantan presiden Donald Trump, dan beberapa pesan terkait homofobia.
Artikel yang ditulis majalah online The Daily Beast, dalam wawancara dengan kakak Alissa, Ali, ia menggambarkan saudaranya itu sebagai orang yang ‘paranoid’ dan ‘antisosial’. Sementara Ali juga turut bersimpati terhadap para korban penembakan.
“Saat dia makan siang dengan saudara perempuan saya di sebuah restoran, dia berkata, ‘Orang-orang di tempat parkir, mereka mencari saya.’ Dia keluar, dan tidak ada siapa-siapa. Kami tidak tahu apa yang ada di kepalanya,” kata Ali.
Diketahui penembakan massal terjadi di supermarket bernama King Soopers di Table Mesa, Boulder, pada Senin (22/3) sore, sekitar pukul 15.00 waktu setempat.
Polisi hingga saat ini belum mengungkap motif di balik insiden penembakan maut di Colorado itu. Petugas penjara Boulder menyebut tersangka cukup sehat untuk dibawa ke penjara.
Media AS melaporkan senjata yang digunakan Alisa mirip dengan senjata militer AR-15.
Dakwaan Terhadap Alissa
Alissa yang sempat terlibat baku tembak dengan polisi mengalami luka-luka dan kini dirawat di rumah sakit dalam kondisi stabil.
Dia didakwa dengan 10 dakwaan pembunuhan tingkat pertama dan akan segera dibawa ke penjara daerah Boulder,” kata Herold.
Polisi juga membacakan satu per satu nama dari 10 orang yang tewas dalam serangan di Colorado itu. Mereka adalah para pria dan wanita berusia dari 20 hingga 65 tahun, termasuk satu polisi yang merupakan ayah dari tujuh anak.
Dalam kesempatan yang sama, Jaksa Wilayah Boulder Michael Dougherty bersumpah bahwa ‘nama pembunuh akan hidup dalam penghujatan’.
“Kami akan pastikan tersangka dimintai pertanggungjawaban atas perbuatannya kemarin,” katanya.