Situasi pandemi yang telah berlangsung sejak awal tahun 2020 lalu memberikan dampak ke berbagai bidang kehidupan. Salah satunya yang terdampak yaitu industri pariwisata. Kondisi ini ternyata menimbulkan efek domino, yakni mempengaruhi sektor-sektor lainnya di Bali. Hal ini dirasakan oleh Srikandi bidang konstruksi di Bali yaitu Ir. Rai Aryawati, ST., MPM, IPM. Perempuan yang telah malang melintang sebagai pengusaha sejak tahun 2008 ini merasakan adanya penurunan di industri konstruksi. Namun dirinya tetap optimis untuk mempertahankan eksistensi usaha dengan melaksanakan berbagai langkah strategi.
Sepak terjang Rai Aryawati sebagai pelaku usaha di bidang konstruksi sudah tidak diragukan lagi. Tercatat selama 13 tahun belakangan dirinya telah menangani berbagai macam proyek pembangunan hotel, villa, maupun resort terkemuka, baik di Bali maupun di luar daerah. Memulai usaha dari nol, perempuan yang akrab disapa Rai Aryawati ini membuktikan integritas dalam bekerja mampu mengantarkannya pada kesuksesan mengembangkan perusahaan bernama Ratio Construction.
Hanya saja di saat badai pandemi melanda seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Di situlah kecakapan Rai Aryawati sebagai seorang pengusaha diuji. Banyak usaha gulung tikar akibat pandemi, namun tidak untuk perusahaan miliknya yang terus berupaya bertahan. Hal ini merupakan sebuah komitmen bagi Rai Aryawati untuk mengayomi puluhan karyawan yang bernaung di bawah atap Ratio Construction. Ia pun melakukan sejumlah langkah strategis agar usahanya terus bergeliat.
Salah satu strategi yang dilakukan perempuan kelahiran Mengwi, 20 November 1973 ini terus menggali potensi pasar yang sekiranya masih menjanjikan. Ternyata untuk saat ini, sektor ekonomi di beberapa daerah di luar Bali tidak terlalu terdampak oleh pandemi. Menurutnya hal tersebut disebabkan karena beberapa industri masih cukup bergeliat. Bila selama ini Rai Aryawati berfokus menggarap peluang jasa konstruksi di Bali, saat ini ia pun mengembangkan sayap usahanya ke luar daerah.
Dimulai dari ekspansi ke daerah Lombok, Nusa Tenggara Barat. Rai Aryawati mengatakan bahwa ia sudah melirik peluang di Lombok sebelum masa pandemi, sebab di daerah ini pembangunan pariwisata tengah digencarkan. Menurutnya daerah ini pun masih potensial digarap selama masa pandemi karena pemerintah telah menargetkan program pembangunan pariwisata di daerah tersebut. Adapun untuk daerah lainnya yang ada di Indonesia Barat, Rai mengaku sudah menyasar market Yogyakarta dan Bandung. Kedua daerah tersebut memiliki potensi pasar yang terbuka lebar baginya.
Ungkap Rai Aryawati, ia cukup diterima oleh investor yang ada di luar Bali lantaran sepang terjangnya selama ini dalam bekerja sama dengan investor asing. Jam terbang tinggi menangani proyek berstandar internasional membangun citra positif dirinya, sehingga para klien di luar Bali berani memberikan kepercayaan mereka. Tentunya Rai menyambut kepercayaan tersebut dengan memberikan kinerja terbaik didukung oleh para profesional di bidangnya. Inilah yang menjadi kunci kesuksesannya tetap tangguh dalam setiap dinamika yang terjadi.
“Landasan saya dalam mengembangkan Ratio Construction adalah selalu mengutamakan kepuasan klien. Tim Ratio Construction berusaha keras untuk memberikan pekerjaan yang jujur, transparan, dan berkualitas yang memenuhi kebutuhan para klien, sambil beradaptasi dengan kondisi pasar saat ini,” ujar Rai.
Membangun Usaha
Sebagai perempuan yang berkarier di bidang yang kerap didominasi oleh kaum pria, Rai Aryawati tidak merasa dibedakan oleh para rekan kerja maupun investor yang bekerja sama dengannya. Ia berprinsip bidang pekerjaan apa pun tidaklah memandang identitas suatu gender. Siapa pun berkesempatan meraih sukses, terlepas dari latar belakang pendidikan, sosial, maupun jenis kelamin, asalkan mau berkomitmen untuk berusaha. Terkait dengan peran perempuan sebagai profesional, menurutnya sudah merupakan hal lumrah bahkan di industri konstruksi yang memerlukan ketangkasan dan kekuatan.
Sikap percaya diri dan keberanian yang dimilikinya ternyata merupakan buah didikan dari Sang Ayah tercinta. Sejak berusia kanak-kanak Rai Aryawati diajarkan untuk melaksanakan tanggung jawab tanpa mengaitkannya dengan identitas gender. Ia pun terbiasa mengerjakan pekerjaan yang umumnya dikerjakan laki-laki seperti memperbaiki genteng atau pekerjaan melibatkan kekuatan lainnya. Gaya didikan tersebut pun dirasakan manfaatnya oleh Rai Aryawati tatkala bertumbuh dewasa dan sampai saat ini ia terapkan dalam mendidik buah hatinya sendiri.
Ketika menamatkan pendidikan SMA, Rai Aryawati memilih melanjutkan kuliah ke Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Udayana. Ia termotivasi mengikuti jejak karier sang ayah yang telah terlebih dahulu menekuni bidang konstruksi, yang juga digeluti oleh pamannya. Dirinya melihat sosok ayah mampu membantu banyak orang melalui hasil kerja kerasnya, sehingga ia pun meneladani figur ayahnya tersebut.
Setelah resmi menyandang gelar sarjana, Rai Aryawati bekerja di sebuah perusahaan konsultan arsitek dan kontraktor. Di sana ia menimba pengalaman selama lima tahun, sebelum akhirnya memutuskan keluar dan membangun usaha sendiri. Pada tahun 2008 Rai Aryawati menggarap peluang yang ada dengan menggandeng beberapa rekan yang merupakan juniornya di masa kuliah untuk bersama-sama membangun tim yang qualified. Ia juga meresmikan bendera usahanya dengan nama Ratio Construction yang beralamat di Jalan Mirah Delima Nomor 15C Ubung Denpasar. Ratio Construction bergerak di bidang Quantity Surveyor Consultant, Project Management, dan Construction Management.
Berbeda dari perusahaan sejenis, Ratio Contruction lebih banyak menyasar segmentasi market pemilik atau investor bisnis akomodasi. Beberapa properti yang telah dikerjakan antara lain Alaya Hotel Kuta, Paramapada Hotel, Swiss Bel Hotel Petitenget, Impiana Ubud, Ballroom Killa Senggigi Beach dan masih banyak lagi.
Rai mengatakan bahwa kesuksesannya dalam mengembangkan Ratio Construction merupakan hasil keterlibatan tim profesional yang sangat ia andalkan. Ia didukung oleh para SDM dari berbagai disiplin ilmu, yaitu sebagai kontraktor, surveyor kuantitas, arsitek, teknik sipil, teknik MEP, manajer proyek dan konsultan manajemen. Ia menambahkan salah satu etos kerja yang sangat dijunjung tinggi yaitu kedisiplinan. Ia selalu mengingatkan kepada timnya bahwa ada banyak orang pintar di dunia ini namun orang disiplin hanya segelintir saja. Orang disiplin bisa sangat maju karena mereka lebih menghargai waktu dan berintegritas dalam bekerja. Selain itu Rai Aryawati menambahkan bahwa dalam keadaan berlebih maupun berkecukupan agar selalu ingat untuk berbagi kepada sesama. Belajar dari sosok ayah yang memiliki jiwa sosial tinggi, Rai Aryawati juga rutin melaksanakan kegiatan sosial bersama keluarga dan tim.