ERIKA WIYANTO – CV. CRYSTAL
Erika Wiyanto merupakan sosok pengusaha muda yang mengemban tanggung jawab melanjutkan estafet kepemimpinan usaha keluarga. Perempuan yang baru saja menginjak usia 26 tahun ini sudah dipercaya mengelola usaha di bidang distributor pangan dan sembako. Tantangan yang dihadapi tidak hanya harus mampu mempertahankan atau mengembangkan usaha, melainkan juga menghimpun strategi guna menghadapi situasi kelesuan ekonomi akibat dampak badai pandemi sejak awal 2020 silam.
Hampir semua sektor usaha di Bali mengalami dampak signifikan dari adanya pandemi global Covid-19. Begitu pula dengan industri retail dan grosir pangan. Hal ini diakui oleh Erika yang baru menekuni usaha tersebut sejak lima tahun belakangan. Pemilik usaha CV. Crystal ini membeberkan adanya penurunan omset dibanding tahun-tahun sebelumnya. Padahal jika dilihat dari segi banyaknya konsumen yang berbelanja, masih dikatakan cukup stabil.

“Bersyukur di masa pandemi ini, bisnis kami masih bisa bergeliat. Hal ini karena masyarakat masih terus membutuhkan bahan pangan maupun sembako lainnya. Hanya saja daya beli masyarakat menurun sehingga bila dilihat dari statistik adanya penurunan jumlah item yang dibeli oleh para konsumen bila dibanding sebelum pandemi” kata Erika menjelaskan.
Salah satu langkah yang diambil oleh putri pasangan Agus Wiyanto dan Sudarmiati ini adalah dengan lebih menggenjot lagi aktivitas pemasaran produk. Ia dan tim manajemen yang dimilikinya berusaha melakukan metode jemput bola dengan melakukan pendekatan langsung ke konsumen tingkat retail. Namun hal itu tidak mengurangi upaya untuk terus mempertahankan loyalitas konsumen di tingkat grosir.
Sebagai salah satu perusahaan distributor pangan dan sembako terbesar di Bali khususnya di Kota Denpasar, CV. Crystal menyediakan pilihan produk terlengkap. Mulai dari kebutuhan sembako seperti beras, minyak, gula dan lainnya, hingga aneka bumbu dapur, makanan ringan, minuman, dan berbagai merk rokok. Gudang CV. Crystal yang terletak di Jalan Cargo Permai Nomor 6 Denpasar tersebut mampu menyimpan ribuan item produk yang siap untuk didistribusikan ke berbagai daerah.
Seiring perkembangan usaha, CV. Crystal juga dibuka di dua kabupaten lainnya yaitu di Tabanan tepatnya di Jalan Ngurah Rai nomor 72, Kediri dan satunya lagi berlokasi di Jimbaran tepatnya di Jalan Raya Uluwatu. Salah satu keunggulan CV. Crystal yaitu menawarkan harga sangat kompetitif. Perusahaan ini melayani penjualan partai kecil (eceran) maupun partai besar dengan harga Bersaing.
Erika menceritakan sejarah awal mula terbentuknya CV. Crystal. Perusahaan ini dirintis oleh sang ayah yang dulunya bekerja sebagai distributor rokok. Setelah puluhan tahun bekerja sebagai distributor di perusahaan milik orang lain, ayah Erika memutuskan untuk mandiri mengembangkan usaha. Bersama istri, Agus Wiyanto membuka toko kelontong yang menyediakan sembako. Dipilihnya usaha ini karena melihat adanya prospek menjanjikan di bidang penjualan sembako pada waktu itu.
“Selain itu ayah terinspirasi oleh nenek saya yang dulunya juga pengusaha toko sembako,” kenang Erika.
Setelah beberapa lama perjalanan usaha, barulah usaha distributor sembako itu diresmikan dengan nama CV. Crystal. Erika menceritakan nama usaha itu diambil dari sebuah merk rokok yang dulunya pernah dijajakan oleh ayahnya. Hingga sekarang terus digunakan untuk menamai usaha keluarganya.
Sebelum resmi menggantikan kepemimpinan sebelumnya, orang tua Erika telah membekalinya dengan pengalaman menjalankan bisnis retail grosir tersebut sedari dini. Ia kerap membantu usaha orang tuanya untuk melaksanakan kegiatan operasional usaha yang sederhana, seperti melayani pembeli maupun membantu aktivitas pembukuan. Namun tetap saja pada saat menghadapi realita dunia usaha sebagai pemimpin perusahaan, Erika menemui berbagai macam tantangan yang belum pernah dihadapi sebelumnya.
Kegiatan Bakti Sosial CV. Crystal untuk masyarakat terdampak pandemi Covid 19
Bagi Erika tidak ada tantangan yang tidak bisa dihadapi asalkan mau berusaha. Prinsip itu pun mewujud nyata pada saat ia memberikan totalitas kinerja demi meminimalisir tantangan yang menanti di depan mata. Melalui kekuatan doa serta niat yang kuat untuk mau menambah wawasan dari berbagai sumber, ia pun semakin memahami manajemen usaha yang baru digelutinya tersebut. Diakui Erika bahwa sumber informasi dari media daring sangat membantunya dalam mempelajari sistem tata kelola usaha.
Salah satu perubahan yang ia lakukan adalah dengan membangun tim yang solid dalam manajemen usaha. Ia yakin bahwa peran SDM dalam perusahaan sangatlah vital untuk itu diperlukan upaya agar mereka memiliki loyalitas tinggi terhadap perusahaan. Ada pula inovasi yang ia lakukan yaitu dengan melakukan pemindahan data perusahaan yang bersifat manual ke digital. Dengan demikian akan memudahkan dalam segala proses kegiatan usaha, mulai dari pencatatan keluar masuk barang, akunting, hingga kegiatan pemasaran.
“Dulunya pola manajemen yang ada masih bersifat tradisional. Sekarang dengan menggunakan sistem komputerisasi diharapkan pola manajemen usaha lebih terstruktur, rapi, dan efisien,” ungkapnya.
Lanjut Erika menjelaskan, adanya kompetitor usaha berupa toko retail modern yang tengah menjamur saat ini, memang sedikit mempengaruhi para pedagang di tingkat pengecer. Namun para pengecer yang menjadi konsumen setia di CV. Crystal cukup pandai melihat produk apa yang diminati masyarakat namun tidak tersedia di minimarket modern. Karena itu Erika berusaha memenuhi permintaan konsumennya dengan menyediakan produk-produk yang diminati masyarakat lokal.
“Contohnya saja produk beras. Di Bali sendiri masyarakatnya cukup fanatik terhadap merk tertentu dan ternyata tidak tersedia di toko kelontong modern. Sehingga para pedagang di toko kelontong lokal mengambil kesempatan itu dengan menyediakan merk beras tersebut,” imbuhnya.
Erika mengatakan tetap optimis terhadap peluang bisnis distributor pangan dan sembako untuk ke depannya karena usaha ini akan terus dibutuhkan masyarakat dalam segala kondisi. Namun ia tetap berusaha untuk terus berinovasi demi menghadapi dinamika pasar. Ia yakin bahwa perubahan akan terus terjadi dan mereka yang bertahan adalah yang mampu beradaptasi.