Berbicara mengenai usaha toko material bangunan, ternyata segmentasi pasarnya tidak terbatas pada individu atau perusahaan yang ingin membangun properti saja. Banyak juga yang membeli bahan bangunan untuk pembuatan konstruksi pabrik, tambak, dan pergudangan. Menyadari ceruk pasar yang begitu luas dan bervariasi, membuat Muhammad Masudi mantap mengelola usaha penjualan material konstruksi yang berlokasi di Desa Patas, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng.
Sebagai salah satu kecamatan dengan garis pantai terpajang di Buleleng, Gerokgak sangat potensial sebagai pusat industri perikanan di Bali Utara. Selain dikenal dengan produksi perikanan lautnya, di daerah ini juga sudah mulai dikembangkan sebagai sentra budidaya tambak. Dengan demikian tentunya diperlukan bangunan-bangunan yang bisa dijadikan sebagai sarana untuk berproduksi atau penyimpanan hasil budidaya perikanan.
Dari sana kemudian muncul kebutuhan untuk mendirikan tambak, gudang, dan bangunan komersil lainnya. Ini menjadi sebuah peluang bagi para pengusaha toko material konstruksi, salah satunya Muhammad Masudi. Pengelola UD. Haryono Putra ini mengatakan bahwa tak sedikit di antara konsumen di tokonya datang dari kalangan industri perikanan. Beberapa jenis bahan bangunan yang umumnya dicari yaitu semen, pasir, batako dan batu. Biasanya material konstruksi tersebut digunakan untuk membangun pusat produksi perikanan yang bersifat semi permanen.
Namun bukan berarti, Muhammad Masudi menutup celah peluang untuk target market umum. Banyak juga pembeli yang memerlukan bahan bangunan untuk merealisasikan rumah impian mereka. Ada pula yang datang dari kalangan kontraktor atau pengembang perumahan yang tengah menyelesaikan proyek properti di kawasan Kecamatan Gerokgak. Tak terkecuali juga konsumen dari kalangan instansi yang mengerjakan proyek pembangunan infrastruktur daerah.
Di toko miliknya yang berlokasi di Jalan Raya Singaraja-Gilimanuk Patas, terpampang aneka produk bahan konstruksi. Mulai dari aneka jenis cat, keramik, perlengkapan mekanik-elektrikal-pumbling (MEP) hingga segala jenis kayu dan papan tersedia secara lengkap. Khusus item kayu, UD. Haryono Putra menyediakan berbagai jenis maupun variasi ukuran. Tak hanya itu, di tempat ini konsumen juga dapat memesan furniture untuk memenuhi kebutuhan hunian, mulai dari meja, kursi, kusen, pintu dan masih banyak pilihan lainnya. Semua itu dapat dipesan secara personalisasi sesuai keinginan masing-masing konsumen.
Muhammad Masudi menjelaskan bahwa usaha ini dirintis pertama kali oleh sang kakak, Hery Haryono sejak tahun 2007. Kala itu kompetitor yang ada masih sangat sedikit sehingga perkembangan usaha kian mengarah pada hasil menggembirakan. Baru pada tahun 2014 ia diberi kepercayaan melanjutkan manajemen usaha. Tentunya tantangan yang dimiliki sebagai penerima tongkat estafet kepemimpinan tidak mudah. Beban tanggung jawab yang dimiliki yaitu harus bisa mempertahankan usaha, bahkan bilaperlu memajukannya.
Sedangkan tantangan dari eksternal yaitu mulai bermunculan kompetitor usaha mulai dari skala kecil hingga besar. Namun Muhammad Masudi tak begitu menanggapi persoalan tersebut dan justru ingin tetap berfokus pada upaya memberi layanan terbaik untuk pelanggan. Ia meyakini bahwa usaha yang bersadarkan pada orientasi kepuasan pelanggan dengan sendirinya akan bertumbuh dan muncul sebagai pemenang di tengah badai persaingan bisnis.