Keberanian dalam membangun usaha sendiri setelah keluar dari zona nyaman sebagai karyawan, akhirnya mengantarkan Asri Suyanto pada kesuksesan. Pemilik jasa pengangkutan PT. Dwi Asri Bali ini nekat merintis usaha dengan modal materi yang sangat minim. Bekal pengalaman bekerja di bidang usaha sejenis yang ia kantongi pun dipergunakan untuk mengembangkan usaha hingga mampu memiliki belasan armada serta memperkerjakan puluhan orang karyawan.
Anggapan bahwa membangun bisnis haruslah dimulai dengan modal yang besar agaknya ditepis oleh pengusaha asal Surabaya bernama Asri Suyanto. Saat dirinya memutuskan untuk terjun ke dunia usaha, ia tak memiliki modal untuk membeli unit armada guna menjalankan operasional usaha. Saat itulah ia memutar otak hingga mendapat ide untuk menyewa kendaraan demi dapat mengangkut barang kiriman. Namun tak disangka, ia mampu dengan cepat melambungkan usahanya sampai mampu terbeli armada milik sendiri.
Asri Suyanto baru mulai mengibarkan bendera usaha sejak tahun 2007, tepatnya setelah mundur dari status sebagai karyawan di perusahaan logistik. Setelah mengantongi pengalaman 10 tahun bekerja di perusahaan milik orang lain, ia memberanikan diri terjun sebagai wirausahawan. Padahal bisa dikatakan dalam pekerjaan sebelumnya kariernya telah mapan. Namun karena sudah bulat tekadnya untuk mengibarkan bendera usaha milik sendiri, ia pun berani mengambil risiko dengan melepas sumber mata pencahariannya.
Tiap pengusaha memiliki kiat tersendiri dalam menjalankan usaha, demikian pula dengan Asri Suyanto. Ia memiliki prinsip bisnis bagaikan memancing ikan di samudra yang luas. Dengan prospek usaha yang masih sangat menjanjikan dengan masih sedikit orang yang mampu menggarapnya, menjadikan ia dengan mudah menguasai pasar. Ia melirik bisnis angkutan yang menyasar pelaku kegiatan proyek konstruksi. Konsumennya adalah mereka yang ingin mengangkut material proyek bangunan atau infrastruktur dari satu daerah ke daerah lainnya.
“Pada saat awal merintis usaha, saya langsung menerima proyek besar dari Semarang, Yogyakarta dan Bali,” ungkapnya.
Asri Suyanto mengatakan bahwa ia gencar menghubungi jaringan relasi yang ia kenal selama masih bekerja sebagai karyawan dulu. Banyak yang menyambut antusias terhadap penawarannya, apalagi dirinya telah dikenal sebagai pribadi yang bertanggung jawab serta memiliki integritas dalam melayani customer. Sehingga dengan cepat ia mampu memperkenalkan nama perusahaannya, yaitu PT. Dwi Asri Bali ke masyarakat. Semakin banyak
pengiriman yang ia kerjakan sehingga semakin banyak pula armada yang diperlukan untuk melakukan pengangkutan. Akhirnya diputuskan untuk membeli sendiri unit armada dengan menggunakan modal pinjaman.
Meski awalnya mengaku takut jika tidak dapat membayar cicilan, nyatanya usaha yang ia jalankan mampu berkembang pesat hingga dirinya mampu melunasi tunggakan dengan cepat pula. Dari sana Asri Suyanto kian percaya diri menambah truk, yang berawal dari satu unit kini telah ada sekitar 14 unit truk yang siap mengantar pesanan konsumen. Jalur pengantaran pun terus diperluas mulai dari Jawa Timur, Jabodetabek, hingga ke daerah Lombok.
Perjalanan usaha pria lulusan sekolah teknik ini pun tak berjalan mulus begitu saja. Diakui Asri Suyanto bahwa pasang surut usaha merupakan hal biasa yang ia temui selama melakoni bisnis. Masa-masa kejayaan usahanya yaitu pada saat pembangunan di Kota Surabaya sedang gencar-gencarnya. Pun begitu saat pembangunan pariwisata Bali tengah ada di masa keemasan.
Di masa yang tidak mudah, seperti saat pandemi mulai melanda di awal 2020, Asri Suyanto tak mau menyerah begitu saja. Ia terus optimis dapat terus memutarkan roda truknya agar dapat memutar roda perekonomian. Ia ingin agar dapat terus mengayomi 25 orang karyawannya meski di saat adanya penurunan usaha seperti saat ini. Berangkat dari niat yang tulus tersebut terbukti dirinya masih mampu bertahan hingga akhir semester pertama tahun 2021 ini.