Usaha di bidang kuliner nampaknya menjadi ladang bisnis paling menjanjikan. Terbukti selama masa pandemi di mana terjadi krisis di sektor ekonomi, bisnis makanan masih bergeliat. Hal ini pun dirasakan Luh Mertha, pengusaha yang bergerak di bisnis catering dengan ciri khas bumbu Bali. Menjalankan roda usaha di Karangasem, ia berhasil menguasai pangsa pasar di seputaran Bali Timur serta beberapa kabupaten lainnya di Pulau Dewata.
Mengawali bisnis di tahun 2003 saat masih berstatus karyawan, Luh Mertha tidak langsung menggarap peluang usaha catering. Mantan karyawan di perusahaan kontraktor swasta ini mulai terjun ke dunia bisnis dari usaha pengadaan barang dan jasa. Target marketnya ialah instansi pemerintahan maupun perusahaan swasta yang ada di wilayah Karangasem.
Di tengah perjalanan usaha mulai muncul permintaan untuk mensuplai kebutuhan catering box dalam berbagai kegiatan yang berlangsung di kantor-kantor dinas. Barulah di tahun 2010, Luh Mertha mengajukan ijin usaha catering dengan mengusung nama CV. Cahaya Cinta Kasih. Momentum itu dijadikan tonggak awal bagi Luh Mertha untuk fokus ke dunia usaha dengan mengundurkan diri dari perusahaan tempat bekerja selama 19 tahun ke belakang itu.
Setelah banting stir dari karyawan ke full time entrepreneur, Luh Mertha merasakan tantangan yang lebih besar. Saat memutuskan menjadi seorang pengusaha, tentu lebih banyak tugas dan kewajiban yang mesti dilaksanakan agar roda usaha terus berputar. Oleh karena itu, Luh Mertha semakin giat mempromosikan cateringnya. Jika awalnya ia baru mampu menyuplai kebutuhan nasi box dalam jumlah puluhan, lambat laun permintaan terus bertambah hingga mencapai ratusan box per harinya.
Permintaan nasi box biasanya datang dari panitia kegiatan seminar, pelatihan, pertemuan maupun event lainnya yang memerlukan konsumsi dalam kemasan yang praktis. Dalam satu kotaknya, catering box dari CV. Cahaya Cinta Kasih biasanya berisi nasi, lauk protein, sayuran, sambal, serta tambahan buah apabila ada permintaan dari klien.
Selain menu nasi box, CV. Cahaya Cinta Kasih juga menyediakan catering dalam bentuk menu buffet atau lebih dikenal dengan istilah prasmanan. Menu prasmanan diminati kalangan masyarakat umum untuk acara pernikahan, ulang tahun maupun gathering. Kualitas cita rasa makanan yang selalu memuaskan menjadikan nama usaha catering ini kian melejit. Meskipun kompetitor usaha sejenis sudah banyak yang masuk di market Karangasem, tapi sejauh ini Luh Mertha masih mampu merajai pasar di Bali Timur.
Kontribusi Pengusaha Lokal
Dalam menjalankan usaha, Luh Mertha dibantu oleh beberapa orang karyawan. Sebagian besar tenaga SDM yang terserap masih dari seputaran tempat usahanya. Dengan demikian ia telah membuka lapangan pekerjaan untuk masyarakat lokal. Kontribusi lainnya untuk masyarakat adalah saat menjadi sponsor untuk pengembangan bakat generasi muda di bidang olahraga sepak bola. Luh Mertha menyadari perannya sebagai pengusaha tidak harus sebatas sektor perekonomian saja melainkan mampu berperan penting dalam bidang sosial dan pendidikan.
Luh Mertha yang juga aktif di berbagai organisasi ini memiliki harapan dan target yang jauh lebih besar untuk usahanya kelak. Wakil Bendahara II di IWAPI Bali sekaligus Ketua Dansa KONI Bali ini berkeinginan dapat melebarkan sayap ke usaha restoran yang masih ada benang merah dengan bisnis cateringnya. Harapannya agar bisnis-bisnis yang ia bangun saat ini dapat menjadi bekal untuk buah hatinya di masa depan. Selain itu dengan adanya lini usaha yang baru nantinya dapat menyerap lebih banyak tenaga kerja sehingga roda ekonomi di masyarakat semakin bergeliat.