Bank Perkreditan Rakyat (BPR) sebagai penyedia jasa keuangan yang melayani masyarakat di pedesaan, ikut terdampak adanya pandemi sejak awal 2020 lalu. Salah satunya PT. BPR Surya Jaya Kubutambahan yang telah melayani masyarakat Singaraja, Kabupaten Buleleng sejak tahun 1999. Demi menjaga kinerja selama masa pandemi, manajemen BPR Surya Jaya melakukan sejumlah strategi. Salah satunya menargetkan jangkauan yang lebih luas ke segmentasi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang ternyata masih bergeliat di tengah krisis saat ini.
“Saat ini sekitar 40% nasabah kami datang dari kalangan UMKM,” ungkap I Ketut Virgoyasa, SE., selaku Direktur dan Kepatuhan BPR Surya Jaya Kubutambahan.
Lebih jauh pihaknya mengungkapkan bahwa sektor UMKM masih memegang peranan penting dalam perputaran roda ekonomi di daerah khususnya wilayah Singaraja. Sebab sejak situasi pandemi melanda, banyak industri yang mengalami penurunan seperti sektor pariwisata. Padahal banyak kalangan yang bergantung secara ekonomi di industri tersebut.
Senada dengan yang diungkapkan Direktur BPR Surya Jaya, I Nyoman Parma, SE., selaku Direktur Utama juga menilai segementasi pengusaha UMKM prospektif di masa pandemi. Hal itu mendorong pihaknya untuk terus berinovasi dalam memberikan layanan perbankan yang fit memenuhi kebutuhan kalangan UMKM. Misalnya dengan gencar jemput bola dan melakukan pembinaan untuk mendukung permodalan bagi UMKM.
Meski diakui langkah tersebut sempat tersendat akibat adanya pembatasan sosial dan mobilisasi secara masif untuk menekan penularan wabah di masyarakat, Nyoman Parma mengatakan pihaknya tetap optimis berusaha memberikan pelayanan maksimal kepada para nasabah. Memang upaya seperti transformasi layanan digital telah dilakukan namun diakui bahwa tidak semua pengguna layanan jasa perbankan awam dengan adanya kemajuan teknologi. Oleh karena itu layanan perbankan secara konvensional tetap digencarkan namun tentunya mengikuti kaidah protokol kesehatan yang ketat.
Sedangkan bagi nasabah kredit yang terdampak pandemi, Nyoman Parma dan Ketut Virgoyasa menjelaskan bahwa diberlakukan sejumlah kebijakan agar pemenuhan kewajiban dapat berjalan sebagaimana mestinya. Salah satunya dengan memberikan relaksasi maupun restrukturisasi kredit. Begitu pula bagi nasabah layanan simpanan, pihaknya terus menggencarkan sosialisasi produk[1]produk tabungan unggulan mereka.
“Walau kegiatan usaha belum sepenuhnya pulih, tapi pelaku UMKM masih percaya dan menaruh uangnya ke BPR,” ungkap Nyoman Parma.
BPR Surya Jaya Kubutambahan menyediakan empat jenis produk tabungan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan nasabah dan ada pula produk deposito. Pertama Tabungan Umum Suryajaya adalah tabungan harian PT. BPR. SURYAJAYA KUBUTAMBAHAN yang tidak terikat oleh jangka waktu tertentu dengan penyetoran dan pengambilan dapat dilakukan setiap waktu dengan jumlah yang telah ditentukan.
Kedua Tabungan Surya Save, yaitu tabungan harian yang dirancang dengan berbagai keuntungan bagi nasabahnya, memberikan suku bunga kompetitif, dihitung secara harian dan fleksibel karena dapat disetor dan ditarik sewaktu-waktu. Ketiga Tabungan Kartika merupakan tabungan program yang dipersiapkan untuk kesejahteraan masa depan peserta Tabungan Kartika, misalnya: untuk biaya pendidikan, biaya upacara keagamaan dan investasi.
Terakhir, Tabunganku merupakan tabungan untuk perorangan dengan persyaratan mudah dan ringan yang diterbitkan secara bersama oleh bank-bank di indonesia guna menumbuhkan budaya menabung serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Selain beroperasi di Kantor Pusat yang beralamat di Jl. Raya Kubutambahan, Singaraja, BPR Surya Jaya juga melayani masyarakat di kantor cabang yang berlokasi di Sukawati, Gianyar. Nyoman Parma dan Ketut Virgoyasa sama-sama berharap ke depannya pertumbuhan bisnis BPR kian menanjak seiring dengan membaiknya kondisi perekonomian di semester pertama tahun 2022 ini.