Gesit menggarap peluang bisnis retail, mengantarkan dua rekan kerja bernama I Gusti Agung Putra dan I Made Bagus Cahya Wirama pada gerbang kesuksesan. Sebagai generasi kedua dalam memimpin usaha keluarga, mereka berkolaborasi sehingga berhasil memajukan UD. Cahaya Wirama menjadi salah satu toko retail terkemuka di Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem. Tercatat hingga saat ini, telah memiliki tiga cabang mini market di beberapa wilayah dan juga melakukan ekspansi bisnis lainnya yang serupa yaitu toko bahan bangunan dan penyewaan alat-alat dekorasi.
Bagi sebagian masyarakat Karangasem, khususnya warga yang berdomisili di Kecamatan Selat, tentunya tidak asing dengan keberadaan Toko Cahaya Wirama. Eksis sejak akhir tahun 90-an, UD. Cahaya Wirama kini menjadi pusat perbelanjaan terlengkap bagi masyarakat yang bermukim di kaki Gunung Agung. Toko yang akrab dengan sebutan CW, merupakan salah satu pusat retail yang menyediakan segala kebutuhan, mulai dari sembako, alat tulis kantor, produk kecantikan dan fashion, mainan anak, hingga perabotan rumah tangga.
Di balik eksistensi UD. Cahaya Wirama selama kurang lebih 25 tahun, terdapat kisah perjuangan dari pemiliknya yang menaruh passion pada profesi yang digeluti. Saat ini usaha retail tersebut dikelola oleh dua pemuda yaitu I Gusti Agung Putra dan I Made Bagus Cahya Wirama. Mereka diberikan kepercayaan untuk menerima tongkat estafet kepemimpinan usaha dari sang Ayah, I Ketut Gede Wirarama. Melalui sentuhan tangan para generasi baru, terbukti bahwa UD. Cahaya Wirama terus berkembang maju menghadapi persaingan pasar yang semakin kompetitif.
Perkembangan
I Gusti Agung Putra selaku penerus usaha yang sudah dianggap sebagai anak sendiri oleh I Ketut Gede Wirarama, pertama kali ikut terlibat dalam manajemen perusahaan mengatakan bahwa sejarah perkembangan UD. Cahaya Wirama dipenuhi lika-liku tantangan. Pria yang kerap disapa Agung ini menuturkan bahwa awalnya sang ayah ingin mendirikan sebuah toko sparepart kendaraan. Namun karena terdapat kerabat yang sudah memiliki usaha serupa, maka fokus usaha dialihkan pada penjualan alat tulis kantor (ATK). Sejak saat itu, UD. Cahaya Wirama resmi didirikan tepatnya di tahun 1996 berlokasi di Desa Peringsari, Kecamatan Selat.
Namun dalam perjalanannya, toko ATK tersebut tidak berkembang sesuai harapan. Masih dalam tahun yang sama, I Gusti Agung Putra mulai mengambil peran dalam pengelolaan toko dan dari sana mulai ditemukan adanya permasalahan yang dapat menghambat jalannya usaha. I Gusti Agung Putra akhirnya mengambil beberapa langkah, salah satunya dengan mencari pemasok produk ATK yang menawarkan harga lebih rendah. Beberapa bulan kemudian, ia mulai melirik peluang usaha retail dengan menambah beberapa jenis produk, seperti susu, kain, perlengkapan rumah tangga, hingga produk fashion. Sejak saat itu mulai terlihat adanya peningkatan penjualan, meskipun belum terlalu signifikan.
Menurutnya, tantangan terberat dalam mengembangkan usaha kala itu terletak pada branding usaha. Masyarakat belum banyak yang mengenal Toko Cahaya Wirama, bahkan terdapat anggapan bahwa harga di toko akan lebih mahal dibandingkan dengan warung kelontong sekitar mereka. Diakui I Gusti Agung Putra, titik balik usahanya terjadi pada tahun 1998, padahal di tahun tersebut, perekonomian Indonesia dan dunia secara umum tengah dilanda krisis. Namun, usaha retail menjadi salah satu industri perdagangan yang tidak terlalu merasakan dampak dari adanya krisis moneter. Masyarakat masih tetap berbelanja kebutuhan sehari-hari dan mulai mengenal keberadaan toko retail di sekitar, salah satunya Cahaya Wirama.
Dilanjutkan pada tahun 1999, I Gusti Agung Putra perlahan melakukan pembenahan di segala sisi, seperti memperkuat sistem melalui komputerisasi dan mengelola manajemen sumber daya manusia menjadi lebih baik. Kerja keras seluruh tim akhirnya membuahkan hasil dan terlihat nyata ketika UD. Cahaya Wirama cabang kedua berhasil diresmikan. Tepatnya pada tahun 2003, toko kedua didirikan di Desa Menanga, Kecamatan Rendang.
Ikuti Tren
Semakin dikenal masyarakat, UD. Cahaya Wirama kian berkembang menjadi salah satu retail terbesar di Kecamatan Selat dan sekitarnya. I Made Bagus Cahya Wirama terus berupaya melakukan inovasi dengan menambah berbagai pilihan produk. Bahkan di tahun 2017, pihaknya berhasil mengembangkan cabang ketiga yang berlokasi di Jalan Kuncaragiri, Bebandem, Karangasem. Mini market dua lantai ini juga menyediakan berbagai kebutuhan sehari-hari. Demi menarik animo masyarakat, I Gusti Agung Putra konsisten melakukan riset pasar untuk mengetahui tren produk yang sedang naik daun dan diminati masyarakat. Misalnya di lini fashion, timnya berusaha menyediakan kebutuhan sandang sesuai mode yang digandrungi masyarakat sekitar.
Usaha yang dikomandoi oleh I Gusti Agung Putra ini semakin cemerlang disaat I Made Bagus Cahya Wirama turut serta membantu dalam mengelola sekaligus bertanggungjawab terhadap toko cabang kedua dan ketiga. Diharapkan melalui keterlibatannya, UD. Cahyaa Wirama tetap tumbuh dan mampu berinovasi menyesuaikan dengan kondisi yang dihadapi. Apalagi di era seperti saat ini, persaingan semakin ketat, diwarnai dengan kehadiran kompetitor baik lokal maupun nasional. I Gusti Agung Putra dan I Made Bagus Cahya Wirama kompak untuk bersikap optimis menghadapi persaingan yang ada.
Dengan mengutamakan pelayanan dan kepuasan konsumen, mereka yakin perusahaan yang dirintis oleh sang ayah akan tetap berlanjut. Bagaimanapun, UD. Cahaya Wirama bukan hanya sebuah warisan keluarga, melainkan rumah yang menaungi puluhan karyawan. Mereka berharap untuk dapat terus melebarkan sayap dengan menjangkau pasar yang lebih luas, sehingga nantinya mampu menyerap tenaga kerja lebih banyak. Dalam upaya menggandeng produsen lokal, I Gusti Agung Putra dan I Made Bagus Cahya Wirama berkomitmen untuk membantu meningkatkan kesejahteraan UMKM yang ada di daerah mereka.