Setelah menyelami dunia konstruksi sejak 30 tahun silam, I Nengah Dwiarsa, ST. kemudian melirik peluang usaha toko material bangunan. Tepatnya pada tahun 2003, ia mendirikan Toko Krishna Jaya dengan modal yang terbatas. Langkahnya pelan tapi pasti dalam mengembangkan usaha ini sembari tetap menekuni peluang jasa konstruksi. Meski kompetitor usaha terus bertumbuh, tak membuatnya menyurutkan langkah. Pria yang menyandang gelar Sarjana Teknik ini pun tak hentinya berinovasi guna melesatkan usahanya.
Peluang usaha penjualan bahan bangunan muncul seiring dengan perkembangan di dunia konstruksi. Pertumbuhan pembangunan properti yang semakin pesat di Indonesia, membuat toko bangunan ramai dicari untuk membeli bahan material bangunan. Prospek usaha ini juga dinilai akan tetap cerah selama kegiatan pembangunan masih ada.
Prospek dan potensi yang menjanjikan inilah yang menarik minat Nengah Dwiarsa untuk serius menggarap bisnis toko bangunan. Mengusung nama Toko Krishna Jaya, Nengah Dwiarsa menjajakan berbagai macam material keperluan konstruksi bangunan. Di antaranya kayu, paku, pipa, cat, keramik dan lain sebagainya. Tersedia pula alat-alat kelistrikan seperti saklar, lampu, kabel, dan lain-lain.
Bagi masyarakat yang ingin mendirikan tempat suci bisa juga datang ke Toko Krishna Jaya untuk memesan pelinggih. Di toko yang terletak di Jalan Gajah Mada No. 77, Dangin Tukadaya, Kecamatan Jembrana, Kabupaten Jembrana ini terlihat pajangan beberapa contoh pelinggih berbahan batu paras. Selain menjualkan, Nengah Dwiarsa juga menyediakan tenaga profesional untuk melakukan proses pemasangannya.
Sebelum terjun ke usaha perdagangan, Nengah Diwiarsa terlebih dahulu menekuni bidang jasa konstruksi. Alumni Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Warmadewa ini berpengalaman dalam pengerjaan bangunan seperti rumah tinggal maupun bangunan komersial lainnya. Hal ini yang membuatnya dengan mudah beradaptasi pada saat pertama kali merintis toko bangunan. Paham terhadap seluk beluk pembangunan, Nengah Dwiarsa pun mengetahui apa saja bahan material yang paling banyak dicari dan bagaimana karakter segmentasi pasar yang ia tuju.
Nengah Dwiarsa menjelaskan alasannya melanjutkan kuliah ke Teknik Sipil lantaran terinspirasi untuk mengikuti jejak karir Alamarhum Sang Ayah. I Ketut Tengger, ayahnya, telah menekuni bidang jasa konstruksi selama puluhan tahun. Tatkala Nengah Dwiarsa telah menamatkan kuliahnya, ia kerap diajak untuk bergabung pada proyek konstruksi yang dikomandoi Sang Ayah. Dari sana Nengah Dwiarsa terus mengasah kemampuan di bidang jasa pembangunan sampai sekarang telah dikenal luas sebagai kontraktor terpercaya.
Sebelum merintis usaha penjualan material bangunan, Nengah Dwiarsa kerap membeli bahan bangunan dari vendor lain. Akhirnya ia memutuskan membuka toko sendiri, sehingga selain bisa mendapatkan bahan bangunan dengan harga lebih murah ia juga dapat menjualnya dan mendapat keuntungan. Hanya saja diakui Nengah Dwiarsa, mengembangkan usaha toko material tak semudah yang dibayangkan. Diperlukan beberapa strategi agar menarik minat konsumen untuk berbelanja ke tokonya.
Hal pertama yang dilakukan pria kelahiran 13 Januari 1974 ini adalah memilih lokasi usaha strategis. Ia mendirikan Toko Krishna Jaya di sisi jalan yang cukup ramai dilintasi masyarakat, khususnya warga Jembrana. Strategi ini cukup efektif guna memperkenalkan eksistensi Toko Krishna Jaya kepada masyarakat luas. Selain itu dapat memudahkan mobilitas kendaraan pengangkut barang di toko tersebut lantaran bersisian dengan jalan raya.
Strategi kedua yang dilaksanakan Nengah Dwiarsa adalah memperhatikan kebutuhan pasar pada bahan bangunan. Masyarakat memiliki kecenderungan membeli brand atau merk tertentu yang sudah lama mereka ketahui. Berbekal pengalaman panjang di bidang konstruksi membuat Nengah Dwiarsa cepat menangkap kebutuhan pasar, termasuk produk apa saja yang memiliki peluang penjualan tinggi.
Nengah Dwiarsa menyadari, hal terpenting yang tidak bisa diabaikan dalam menjalankan sebuah usaha adalah pelayanan terbaik untuk para pelanggan. Strategi selanjutnya yang ia terapkan untuk memajukan usaha yaitu menyediakan pelayanan yang ramah dan memuaskan. Tentu para konsumen yang merasa puas atas pelayanan yang diberikan akan kembali memberikan kepercayaan mereka. Nengah Dwiarsa mengatakan selalu mengingatkan stafnya untuk melayani konsumen dengan baik walaupun mereka hanya bertanya suatu produk dan belum akan membelinya.
Terakhir strategi yang tidak kalah penting, yaitu menjual bahan material dengan kualitas baik. Agar para pelanggan tidak merasa kecewa dengan produk yang dijual. Terkadang Nengah Dwiarsa menanyakan kebutuhan konsumen agar ia dapat merekomendasikan solusi produk yang sesuai. Pada saat itu sering terjadi proses tawar menawar harga, namun bagi Nengah Dwiarsa menganggap hal yang wajar bila pembeli menegosiasikan harga. Justru itulah yang membuat pelanggannya cukup banyak yang datang bertransaksi kembali.
Nengah Dwiarsa berharap dapat mengembangkan tokonya dengan menyediakan produk-produk yang lebih bervariasi. Selain itu ia tengah mempersiapkan regenerasi usaha guna mempertahankan eksistensi yang telah berjalan hampir 18 tahun tersebut. Diharapkan generasi pembaharu nantinya dapat membuat inovasi yang lebih kreatif, misalnya saja dengan mengembangkan sistem digitalisasi pada usahanya.