Saat kehadiran skincare belum semasif sekarang, fungsinya pun belum menjadi sebuah kebutuhan sebagian besar orang, Ni Ketut Andawati sudah melihat peluang bisnis tersebut. Berawal dari hobinya pergi ke salon kecantikan, kemudian teramat ingin memiliki perlengkapan salon sendiri di rumah hingga merambah menciptakan brand skincare sendiri “Anda Jegeg Bali”.

Sejak remaja Ni Ketut Andawati sudah mengkontruksinya diri sebagai wanita yang aktif dan mandiri secara financial. Saat kuliah di Universitas Udayanan ia pernah menjadi asisten dosen, setelah tamat, beberapa profesi yang berhubungan dengan skill berkomunikasi ia kuasai seperti, wartawan sebuah media lokal Bali, penyiar radio dan master of ceremony (MC). Ia juga berpengalaman bekerja sebagai karyawan di perusahaan swasta ternama di Bali. Kesibukannya sebagai wanita karir sekaligus ibu rumah tangga, membuat ia hampir kehilangan waktu bersama buah hati. Kondisi ini mengindikasikan ia akhirnya mengangkat sebuah usaha yang tak jauh-jauh dari hobinya pergi ke salon kecantikan.
Tak hanya sebuah salon yang menawarkan berbagai treatment kecantikan, Ketut Andwati pun merambah ke produk perawatan kulit dengan label “AJB21” (Anda Jegeg Bali 21). Produk yang paling fenomenal dan sekaligus melejitkan brandnya ialah paket memudarkan flek. Setelah berhasil diaplikasikan ke wajahnya, barulah ia mempromosikan produk tersebut dengan lebih percaya diri. Setelah berhasil mengatasi satu permasalahan kulit, pertanyaan dari customer pun bermunculan terkait permasalahan kulit lainnya lainnya, seperti berjerawat, kusam, pori-pori besar dan lain-lain. Ketut Andawati merasa tertantang dengan membekali ilmu-ilmu kecantikan pada seminarseminar dan workshop hingga ke Jakarta. Kini Kurang lebih 29 produk dimiliki “AJB21” seperti Paket Flek, Paket Glowing, Paket Acne, Paket Brightening dan Paket 2 in 1 Flek + Glow, anti-aging yang mulai ramai peminat. Harga yang ditawarkan pun bervariatif, dari ukuran mini hingga produk eksclusive yang bisa digunakan dalam jangka setahun.

Selain itu “AJB21” memiliki keunggulan lain, yakni mengandung formula yang tidak berbahaya dan sangat aman; nyaman dipakai, tidak menimbulkan kemerahan; terasa ringan dan yang paling penting dalam industri kecantikan ialah sudah tercatat di BPOM dan izin edarnya. Ya, dukungan pemerintah dalam mempermudah jalannya memperoleh izin, sangat berarti bagi Ketut Andawati. Begitu juga mengikutsertakannya dalam seminar-seminar seputar bisnis dan produk kecantikan. Sebagai wujud terimakasih dan tak tanggung-tanggung dalam menunjukkan kualitasnya, wanita kelahiran 25 Februari ini juga meluncurkan produk kosmetik berupa Sunscreen Compact UVAUVB, Pressed Powder Sebum Reducer, Air Cushion dan Lip Cream Glossy. Produk-produk tersebut pun tak hanya populer di pasaran, yang sudah terjual secara online ke Jakarta, Sulawesi, Lombok dan tembus ke luar negeri, memenuhi permintaan warga asal Indonesia yang tinggal di sana.
AJB 21 kian mendapat pengakuan dari beberapa penghargaan, sebut saja “The Most Trusted Beauty Skincare with Service Excellent of The Year (2020)”, “Best Achiever Dermatology Aesthetic (2021) dan “No. 1 Trusted Highly Recommended Beauty Winner 2022”. Penghargaan pun diberikan kepada aktualisasi Ketut Andawati dalam merintis bisnisnya sebagai pejuang UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah), diantaranya “Most Inovative Women in Beauty (2019), “Best Innovative Beauty & Entrepreneur Awards 2021”, “Platinum Women Inspiring 2021” dan yang teranyar “Srikandi Beauty Award Winner 2022” oleh Award certificate Indonesia Achievement Magazine.
Harapannya penghargaan demi penghargaan yang dipercayakan kepadanya, mampu menembus “AJB21” ke pasar mancanegara dan yang takal penting, dapat menginspirasi wanita Indonesia khususnya Bali, bahwa tidak ada yang tidak mungkin sebagai ibu rumah tangga untuk berkarya sesuai dengan passion mereka, di tengah urusan domestik maupun kegiatan adat Bali. “Kita sama-sama dianugerahkan waktu 24 jam, kembali lagi ke diri kita, bagaimana memanfaatkan waktu dengan efisien dan produktif, terlebih keistimewaan terlahir sebagai seorang wanita”.