Tak hanya dikenal melalui seni budaya arsitektur yang khas, Pulau Bali juga memiliki sumber daya manusia yang handal khususnya di bidang seni arsitektur. Tak sedikit arsitek Bali yang karyanya sampai ke nasional bahkan menembus dunia internasional. Salah satu tokoh arsitek memiliki jam terbang tinggi berkarya di dalam maupun luar negeri adalah Made Sukarmayasa, ST, IAI founder dari PT. Reka Massa Arsitek ini tak hanya mengantongi pengalaman dalam hal menggambar desain arsitektural namun juga bergelut di bidang konstruksi dan desain master plan.
Sempat tidak direstui tatkala ingin melangkah serius ke bidang arsitektur, Made Sukarmayasa akhirnya mampu membuktikan kemampuan yang ia miliki. Ia mengungkapkan dahulu pernah tidak diizinkan melanjutkan ke Jurusan Arsitektur lantaran orang tuanya mengarahkan ia untuk berkarier ke kedokteran. Selanjutnya ia lebih mendengarkan kata hati dalam menentukan nasib di masa depan.
Perjuangan menempuh pendidikan selama beberapa tahun di Universitas Udayana akhirnya berbuah manis. Made Sukarmayasa pun resmi menyandang gelar sarjana teknik. Setelah itu langsung mengaplikasikan ilmu yang didapat selama masa kuliah ke dunia kerja. Ia sempat bekerja di salah satu biro arsitek sebelum akhirnya memutuskan resign dan mendirikan biro konsultan arsitektur di tahun 1994.
Bersama dengan salah seorang rekan di tempat bekerja sebelumnya, ia merintis usaha dengan meminjam sebuah ruang di kantor milik temannya. Setahun kemudian ia dan rekannya menerima suatu proyek yang bisa dikatakan di luar “zona nyaman”. Proyek tersebut adalah pembuatan master plan untuk salah satu kawasan pariwisata di Bali. Kesempatan itu ia manfaatkan untuk belajar dari para jago master plan dibeberapa negara. Berbekal pengalaman dari proyek tersebut ia pun kerap dirujuk menjadi konsultan masterplan untuk proyek di Indonesia maupun di Bali.
Tak lama kemudian krisis moneter melanda seluruh global, tak terkecuali Indonesia. Industri konstruksi pun ikut terdampak ditandai dengan melandainya pertumbuhan pembangunan. Made Sukarmayasa dan rekannya kemudian memutuskan untuk menjalankan usaha masing-masing dan Made Sukarmayasa memilih tetap menjalankan Reka Massa Arsitek. Setelah ekonomi kembali pulih barulah ia lebih gencar menerima tawaran kerja.
Sejak awal berdiri hingga sekarang, PT. Reka Massa Arsitek lebih banyak menerima proyek desain arsitektur maupun jasa konstruksi pada jenis bangunan komersial. Sudah lebih dari 70 proyek villa, private house, resort, condotel dan residential yang berhasil digarap. Kliennya pun bervariasi dari masyarakat lokal hingga warga negara asing. Sejumlah karyanya juga tersebar di luar negeri. Ia beberapa kali menangani proyek di beberapa negara seperti Colombo, Sri Lanka, dan Malaysia.
Sebagai salah satu putra daerah Bali yang karyanya mendunia, Made Sukarmayasa selalu memberikan sentuhan unsur budaya dan kearifan lokal dalam desain buatannya. Hal ini tak terlepas dari tren permintaan pasar di mana banyak bangunan villa yang memiliki sentuhan etnik Bali kian digandrungi. Apalagi menurutnya, filosofi di balik eksistensi seni arsitektur Bali sejalan dengan gaya hidup ramah lingkungan dan berkelanjutan. Inilah yang membuat bangunan dengan sentuhan arsitektur Bali dikagumi masyarakat Internasional.
Ia juga menambahkan bahwa arsitek Bali memiliki kans yang cukup besar untuk berkiprah di mana saja termasuk di luar negeri. Hal itu lantaran Pulau Bali sudah lama dikenal melalui pariwisatanya, sehingga seni arsitektur Bali menjadi kiblat bagi industri arsitektur secara global. Arsitek Bali juga dinilai memiliki value yang lebih sehingga dapat diterima dengan baik di mancanegara.
Walaupun seni arsitektur ala Bali mendunia tak serta merta membuat Made Sukarmayasa idealis dalam berkarir tingkat internasional. Ia tetap menyesuaikan diri dengan kebutuhan pasar. Misalnya pada saat mengerjakan desain A’lankaa Resort di Srilanka. Ia menyesuaikan gaya desain bangunan dengan budaya yang bertumbuh lestari di daerah tersebut. Akhirnya diputuskan untuk mengangkat unsur epos Ramayana yang merupakan kisah populer di negeri tersebut.
Di balik kisah keberhasilan membangun biro arsitek, jasa konstruksi dan juga menerima jasa desain interior, Made Sukarmayasa juga mengaplikasikan skill yang dimiliki untuk bermanfaat untuk orang banyak. Dengan senang hati memberikan sumbangsih baik melalui gagasan, waktu dan tenaga untuk masyarakat. Seperti contohnya saat ikut berkontribusi beberapa kali dalam pembangunan tempat ibadah sebagai tim arsitek.
Made Sukarmayasa berharap ke depannya PT. Reka Massa Arsitek akan tetap eksis di tengah persaingan yang semakin ketat. Ia sendiri telah mempersiapkan regenerasi dengan mengarahkan Sang putra tercinta untuk mengikuti jejak langkahnya. Ia pun selalu mensyukuri atas segala rezeki yang telah dianugerahkan Tuhan dan berharap semoga melalui PT. Reka Massa Arsitek dapat memberikan manfaat bagi banyak orang.